• Jam Buka Toko: Jam 08.00 s/d 17.00
  • Status Order
  • SMS/WA: 628986508779
  • cs@bursabukuberkualitas.com
Terpopuler:

Resensi Novel RINDU Karya Tere Liye

12 November 2015 - Kategori Blog

Resensi Novel RINDU Karya Tere Liye

jual-novel-rindu-karya-tere-liye

jual-novel-rindu-karya-tere-liye

 

Novel karya “Tere Liye “ berjudul “Rindu” ini dipersembahkan pada tahun 2014, Rindu merupakan buku ke 20. Semua karya –karya nya mempunyai cirri khas dan cita rasa yang berbeda. Namun novel Rindu adalah karya yang tek pernah terbayangkan. Novel ini tentang perjalanan panjang jamaah haji Indonesia tahun 1938. Tentang kapal uap Blitar Holland. Dan tentang pertanyaan – pertanyaan seputar masa lalu, kebencian, takdir, cinta, dan kemunafikan.

Novel ini di sajikan dengan mengunakan alur maju yang akan memudahkan pembaca untuk memahami isi dan mengikuti jalan cerita novel tersebut. Penulis menyuguhkan cerita –cerita lain dalam bentuk dialog yang berkorelasi pada kisah yang tengah di sajikan dalam beberapa bagian, akan membuat pembaca mengenal secara utuh racikan cerita ini sehingga setting novel yang di dominasi aktifitas penumpang di kapal Blitar Holland , tak terasa membosankan. Selain itu, novel ini juga di sertai mukadimah yang unik . Tere  Liye menukil fakta sejarah nusantara di tahun 1938. Salah satunya adalah Indonesia, “ yang masih bernama Hindia Belanda”  mengikuti Piala Dunia Prancis untuk pertama kalinya. Penulis menggambarkan sosok kapal uap yang akan menjadi saksi seluruh cerita novel setebal 544 halaman, lalu penulis pun menghadirkan satu persatu tokoh dalam novel ini.

Dalam penulisan novel Rindu terbilang sederhana. Disisipi dialog bahasa Belanda, yang meski tidak di sertakan artinya, pembaca terbantu untuk memahami maksud kalimat dengan deskripsi yang di tulis Tere Liye. Dapat di kategorikan novel yang baik adalah novel yang membuat pembaca jatuh cinta atau simpati terhadap tokoh –tokoh yang di ciptakan penulis. Salah satu tokoh utama dengan karakter pedagang muda yang kaya raya, pintar, dan baik hati yang bernama Daeng Andipati. (ada di halaman 11 yah sobatt).

Gimana sobatt belum bosan membaca kan ?.. yuk lanjut baca sekilas cerita dari novel ini.

Daeng adalah penumpang Blitar Holland yang mengikutsertakan istri, kedua anaknya, serta seorang pembantu. Sosok nya berkharismatik terpandang,digambarkan dekat dengan orang – orang Belanda. Sekilas, kehidupan Daeng Andipati nampak sempurna. Kebahagiaan seolah meliputinya sepanjang waktu. Istri yang cantik dan salehah, dua anak yang periang dan menggemaskna, juga karir bisnis yang menjanjikan. Namun ada satu hal yang tersembunyi di dada Daeng Andipati. Membuat seluruh kehidupan Daeng Andipati seolah tidak berarti, adalah kebencian Daeng Andipati terhadap ayahnya.

“.. .. karena jika kau kumpulkan seluruh kebencian itu, kau gabungkan dengan orang – orang  yang disakiti ayahku, maka ketahuilah, Gori. Kebencian ku  pada orang tua itu masih lebih besar. Kebencian ku masih lebih besar dibandingkan itu semua!” (dihalaman 362 yah sobatt).

Mencermati hubungan Daeng Andipati dengan ayahnya, kita seolah diajak menoleh kenyataan di sekitar kita. Betapa terkadang kebencian itu bisa lahir dari dua orang yang seharusnya mencintai. Yaitu ayah dan anak. Ini adalah hal yang menarik yang di angkat oleh penulis kita ini “ Tere liye dalam novel “ Rindu” dan pertanyaan tentang kebencian tersebut memiliki jawaban yang mendamaikan. Sehingga siapapun yang mengalami hal itu dapat mengambil sikap terbaik. Seperti biasa, cara Tere liye menyisipkan pesan –pesan pencerahan selalu sederhana, tidak menggurui dan tepat sasaran.

Ada lagi lhoo.. sobatt tokoh lain yang menghiasi perjalanan panjang kapal Blitar Holland adalah dua kakak beradik, yaitu Anna dan Elsa. Dua kanak –kanak ini memberikan kesan dan warna tersendiri dalam novel rindu ini. Tere Liye sudah sangat terampil dalam menggambarkan karakter anak –anak dalam novel ini.  Ana dan Elsa sosok anak yang polos, periang dan menggemaskan.  Mereka berdua menjadi penghibur, dalam cerita ini.

Dalam novel Rindu ini pun muncul tokoh ulama. Padahal ,Tere Liye belum pernah mengambil  sosok ulama dalam novel – novel nya yang lain ini sungguh istimewa kan sobatt. Apa yang ada di benak teman pembaca semua tentang ulama, pastinya kita terbayang, sosok manusia dengan seluruh kesempurnaan ilmu dan adab. Begitu juga dengan Ahmad Karaeng, seseorang yang di panggil Gurutta itu di gambarkan sebagai sosok ulama yang sempurna, berlimu dan beradab. Dia sosok ulama yang bersahaja, rendah hati, dicintai banyak orang karena tinggi budinya dan terbuka pada siapapun ada satu lagi dia mau membaur dengan orang –orang yang jauh kapasitas keilmuannya.

Dalam novel ini, menyinggung beberapa isu, diantaranya seputar toleransi beragama. Dikisahkan dalam perjalanan dari Kolombo menuju Jeddah, para kelasi mengadakan perayaan Natal. Sebgaimana yang terjadi di masyarakat tentang polemic Natal bersama dan mengucapkan selamat Natal. Dalam bagian lain Tere liye mengkritisi tentang kisah –kisah tahayul serta beragam pemberitaan hoak yang berceceran di media – media.

Novel Rindu tidak hanya bercerita tentang perjalanan panjang ke Tanah Suci dengan beragam tragedy, konflik, dan serangkaian peristiwa yang menyertainya. Disertai juga cuplikan sejarah di beberapa daerah yang dijadikan setting. Pembaca dapat merasakan suasana kota Surabaya zaman lampau, naik trem listrik dan berjalan –jalan dikota Banten, menyaksikan orang –orang pribumi berbaur dengan orang Belanda. Pastinya akan merasakan suasana kota Kolombo, berkeliling menaiki kereta api.

Harga Novel RINDU Karya Tere Liye : Rp 69.000

==========================================

Cara Cepat Pesan / Beli Novel RINDU Karya Tere Liye

Caranya hubungi kami di WA/LINE : 0898.6508.779 dan PIN BB : 5872795E

Dapatkan BONUS KHUSUS bagi yang belanja minimal 2 buku di BursaBukuBerkualitas

=========================================

Belanja Sambil Berbagi : Dengan membeli buku di BursaBukuBerkualitas berarti telah BERBAGI #BuatMerekaTersenyum, karena 10% laba usaha kami, disisihkan untuk kegiatan sosial komunitas Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jazaakumullah… :)

 

 

, , , , , ,

WhatsApp WhatsApp Kami