• Jam Buka Toko: Jam 08.00 s/d 17.00
  • Status Order
  • SMS/WA: 628986508779
  • cs@bursabukuberkualitas.com
Terpopuler:

Resensi Buku Letters From Turkey Karya Faris BQ

31 October 2015 - Kategori Blog

Resensi Buku Letters From Turkey Karya Faris BQ

jual-buku-letters-from-turkey-faris-bq

jual-buku-letters-from-turkey-faris-bq

 

 

Sekilas tentang penulis Faris BQ adalah nama pena Ah-mad Faris, alumnus Universitas Al- Azhar, Kairo, Fakultas Ushuluddin dan alumnus Universitas Indonesia Jakarta, Program Pascasarjana Politik dan Hubungan Internasional di Timur Tengah. Ia juga sejak dulu terbiasa menulis media- media santri, jurnal, dan bulletin mahasiswa, hingga koran dan majalah nasional.

Buku ini adalah mata penulis  selama bermukim di Turki, Saat menjadi mahasiswa doctoral di Universitas Ankara itulah, Ahmad Faris menunjukkan kepiawaiannya memunguti keunikan manusia, budaya dan hikmah yang terserak disana.

Sedikit saya ambil dari pengantar penulis dalam buku ini,

“Letters Form Turkey, “ surat dari Turki” cerita dalam buku ini tentang perjalanan yang beredar pada 3 poros yaitu manusia, alam dan kuliner.

Manusia,  budayanya meluaskan pikiran dan gagasan. Adapun memandang Alam dapat memperhalus budi dan memperhalus jiwa, sedangkan Kuliner, menikmatinya merupakan petualangan yang memperkaya ragam rasa di lidah dan membekas dalam ingatan”

Singkat ulasan di atas .. kita sambung mengenai apa ajha yang ada di buku ini yuk sobatt … penasaran ga dengan isinya??..

Buku ini lebih banyak mengajak pembaca untuk berfikir dan menggali inspirasi selama perjalanan di Negara asing, jadi buku ini berbeda dengan buku perjalanan lain yang banyak membahas informasi umum dan hal-hal teknis.

Saya sebutkan beberapa Sub- Sub Bab dalam buku ini: “Nilai Sebuah Pilihan”( halaman 1), Malam Terakhir”( halaman 5), Trip to Istanbul”(halaman 11), Hari- hari Pertama di Kota Izmir” ( halaman 21), “Keindahan ‘Kota Izmir” ( halaman 25) , “Lima Kesusahan Hidup di Turki”( halaman 28 ),“Suasana Hati di Negara Empat Musim”( halaman 101), Masakan Ibu Versus Masakan Istri” ( halaman 105 ) , Ada Surga di Dunia” ( halaman 110 ), “Bom Waktu”( halaman 114 ),” Inspirasi Cinta Sepasang Tangan yang Keriput”( halaman 141) , dan masih banyakk lagi sobatt yang dibahas dalam buku ini bukan hanya yang saya sebutkan di atas saja.

Yuk sobatt kita baca tentang “Lima Kesusahan Hidup di Turki” ( halaman 28)  ini sudah saya ringkas dari buku ini agar lebih pada poinnya saja.. okee…

Pertama, susah mengikuti kecepatan berjalan kaki orang Turki, baik perempuan maupun laki – laki. Jadi kalau berurusan dengan mereka, harus berpindah – pindah dari satu ke lain ruangan yang agak berjauhan, napas kita bisa tersengal- sengal. Harusnya membawa sepatu roda dari Indonesia atau bahkan membawa tabung oksigen sekalian. Hhheee … ada ada saja  yah …

Yang lebih keren lagi, selain cepat orang Turki juga gemar jalan kaki. Banyak diantara mereka yang berjalan kaki dari gedung- gedung Fakultas di kampus Ege University ke blok – blok asrama.

Lansung saja, yang kedua, bahasanya yang rumit. Rupanya sulit sekali melurusakan lidah untuk pengucapan kosa kata dalam bahasa Turki. Menulisnya pun lebih capek dan repot. Huruf  O dan U saja ada yang mesti di bubuhkan dua titik diatasnya, pengucapannya juga berbeda. Bibir harus dikombinasikan antara sok imut dan moyong atau maknanya akan berubah. Ada lagi C dan S yang harus di tambah ekor di bawahnya atau huruf G yang di berikan tanduk atas.

Yang Ketiga, adalah soal belanja. Selisih harga barang di tanah air dengan di sini cukup mencolok, terlebih untuk barang elektronik dan komestik. Harga pasta gigi misalnya, bisa sepuluh kali lipat lebih mahal dari harga satu kilogram buah anggur. Lebih baik makan anggur sepuluh kilogram daripada satu kali menyikat gigi, pikir otak jahilku. Tidak hanya itu, harga daging merah juga super duper mahal. Sebagai “ makhluk karnivora”, aku merasa amat dirugikan. Dalam hal ini, teman- teman sunda” pemakan daun” tidak terlalu merasakan dampaknya.

Yang Keempat, susah tidur lebih cepat. Ini karena aku tinggal di asrama pemerintah. Setiap malam aku harus absen pada pukul 23.30 malam. Ketika pertma kali datang disini, sistemnya masih manual. Bial memang sudah sangat mengantuk, tidur saja dulu. Kemudian bangun pada pukul 23.30 untuk absen ke lantai dasar lalu melanjutkan tidur kembali. Tidur seperti sekolah saja ya?.. ada jam jeda di tengahnya hanya demi absensi.

Dan yang terakhir kelima, susah kalau ingin melihat orang jelek. Kalau sangat ingin melihat orang jele, jalan satu- satunya adalah melihat cermin. Hhuuhhu… 

Diatas adalah sekilas cerita tentang Lima Kesusesan Hidup di Turki sobatt. Gimana penasaran ga dengan cerita yang lainnya yuk segera beli buku ini.. hhheeeh..seru dan mengajak pembaca mengembangkan inspirasi dehh,…

Didalam buku ini semua peristiwa dirangkum dan ditulis dalam buku setebal 417 halaman. Dengan bahasa yang ringan dan tidak menggurui, buku ini tetap akan membawa kita berkeliling Turki berkawan pesan-pesan singkat bagi kehidupan.

Terima kasihh…

Semoga bermanfaat resensi buku letters from turkey nya..

Harga Buku LETTERS FROM TURKEY Karya Faris BQ : Rp 64.000

 

==========================================

Cara Cepat Pesan / Beli Buku Letters From Turkey Karya Faris BQ

Caranya hubungi kami di WA/LINE : 0898.6508.779 dan PIN BB : 5872795E

Dapatkan BONUS KHUSUS bagi yang belanja minimal 2 buku di BursaBukuBerkualitas

=========================================

Belanja Sambil Berbagi : Dengan membeli buku di BursaBukuBerkualitas berarti telah BERBAGI #BuatMerekaTersenyum, karena 10% laba usaha kami, disisihkan untuk kegiatan sosial komunitas Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jazaakumullah… :)

 

, , , , , ,

WhatsApp WhatsApp Kami