• Jam Buka Toko: Jam 08.00 s/d 17.00
  • Status Order
  • SMS/WA: 628986508779
  • cs@bursabukuberkualitas.com
Terpopuler:

Resensi Buku Kesebelasan Gen Halilintar

21 November 2015 - Kategori Blog

Resensi Buku Kesebelasan Gen Halilintar –

jual-buku-kesebelasan-gen-halilintar

jual-buku-kesebelasan-gen-halilintar

11 kids .. Without baby sitter, Without nanny, without maid. Orang tua dengan 6 putra dan putrid bekerja sama as a team organizing home like a  hotel yang ada room service, house keeping, kitchen, laundry, etc.

Bahkan mereka sudah meneruskan perniagaan orangtua, mulai dari penjualan gadget, fashion wear, jual beli mobil, online market, sampai tour operator tour operator yang sedang terus berkembang.

Kemauan belajar mereka sangat tinggi , sehingga tak cukup sekadar regular school,  ada homescholling,  ditambah lagi dengan School of Mind  yang kelas mereka luas tak terbatas, sampai kuliah di mancanegara plus mengikuti orang tua traveling around the world.

Hingga mereka pun terlahir di berbagai Negara, sebab ayahanda Halilintar dan Ibunda LenggoGeni yang merupakan frequent travelers, sambil berniaga ke seluruh dunia, dalam keadaan mengandung, menggendong dan menggandeng ( pregnant, breastfeeding and family traveler).

Berawal dari bagaimana menadapatkan jodoh yang baik, skala prioritas dalam mempersiapkan pernikahan, merasakan first night always and honeymoon forever,hingga terbentuknya sebuah kesebelasan!

Sebuah pengalaman yag tak pernah di ungkap secara terbuka yang sudah menjadi rahasia 22 tahun perjalanan Halilintar dan Lenggogeni, yang akan terjawab dalam buku ini.

Diatas adalah synopsis dari buku ini selanjutnya yukk!.. silahkan baca resensinya sobat.

Dulu pribahasa yang pernah kita dengar adalah “ banyak anak, banyak rezeki” suatu ungkapan bahwa anak akan membawa rezeki dan keberuntungan. Namun apakah ungkapan tersebut berlaku di zaman sekarang?.. zaman sekarang sudah semakin kompetitif dan perlu kerja keras menadapatkan pekerjaan dan usaha untuk memenuhi kehidupan dan menafkahi keluarga.

Rezeki manusia memang sudah di atur oleh Allah Swt dengan catatan ada usaha di dalamnya. Sekarang ini banyak pasangan yang merencanakan beberapa anak saja demi menjamin masa depannya kelak. Karena zaman sekarang ekonomi semakin sulit, jika tidak memiliki kemampuan (skill).

Buku judul Kesebelasan Gen Halilintar: My Family My Team. Buku setebal 300 halaman ini ditulis oleh Lenggogeni dan diterbitkan oleh Perusahaan mereka sendiri. Buku ini berkisah tentang perjalanan mereka sekeluarga ke berbagai negara di lima benua, mulai dari Finlandia di Eropa Utara, Afrika, Amerika Serikat, Australia, negara-negara di Asia, sampai Uzbekistan.

Pasangan suami istri (pasutri) berdarah Minang, Halilintar (44 tahun ) dan Lenggogeni Faruk (42 tahun ) yang di karniai 11 orang anak yakni 6 putra dan 5 putri. Ternyata selama proses melahirkan, membesarkan anak mereka di lakukan tanpa pembantu dan baby sister. Terdengar luar biasa yha Sobatt. Semua anaknya merasakan kasih sayang orang tuanya tanpa bantuan pihak ketiga, suatu hal yang sangat sulit merawat semua anaknya, apalagi pasangan ini juga pasangan yang tinggal di ibukota dan punya beberapa bisinis. Hebatt yha sobatt.. 10 jempol deh buat pasangan suami istri ini.

Bukan hanya itu ke 11 anak yang bernama, ternyata punya talenta masing-masing yang berbeda, dan berkembang dengan baik, sebut saja Atta Halilintar, anak pertama meraka yang kini memiliki usaha tour operator. Muntaz Halilintar (6) senang berbahasa Inggris bahkan mengatakan dirinya adalah seorang presenter, Dia bahkan pernah mewawancarai duta besar Indonesia untuk Uzbekistan.

Sementara shohwa memiliki usaha di bidang fashion, usaha kuliner, dan lainnya. Sebagian besar idenya didapat saat melakukan perjalanan. Bahkan anaknya juga terbiasa mandiri di rumah dan bekerja sesuai manajemen hotel. Misalkan setiap anak memiliki tugas masing-masing. Seperti dituturkan Lenggogeni, keluarganya ibarat sebuah hotel. Ada yang berperan sebagai operator, chef, laundry, dan sebagainya. Sehingga setiap anggota keluarga memahami tanggung jawabnya masing-masing dan tidak manja.

Perempuan cerdas akademis dengan semangat yang gigih, Lenggogeni bukan perempuan biasa, dia juga menuntaskan kuliahnya hingga menyelesaikan. Ibu 11 anak ini menyelesaikan Ph. D nya di universitas Selangor dengan kondisi hamil. Luar biasa. Hal ini menjadi motivasi begitu pentingnya ilmu dan terus belajar sepanjang hayat. Bahkan saat hamil pun, Lenggogeni tetap melakukan perjalanan di dalam maupun luar negeri. Negara pertama yang disinggahi adalah Malaysia. Sebagian anaknya lahir di luar negeri, seperti Thariq Halilintar lahir di Brunei Darussalam. “Total sudah ke lima benua. Ya, hampir 100 negara,” kata Halilintar.

Testimoni anak-anak pasangan Halilintar untuk orang tua mereka, Setiap anak sangat bangga dengan orangtuanya. Atta mengatakan ayahnya adalah inspirasi, guru dan sahabat bagi dirinya. Mereka menyimpan kebanggaan pada ibu mereka juga ayah mereka. Tiap anak menyatakan rasa kebanggaannya. Fatim bilang ayahnya sosok yang bertakwa, hal yang senanda dengan Fateh. Sedangkan Mumtaz mengatakan Ayah sosok guru baginya sedangkan qahtan berkata ayahnya adalah super hero baginya.Luar biasa. Apalagi kebanggaan orangtua jika bukan berhasil menjadi tauladan bagi anak-anaknya. Dan masih banyak lagi sobat Testimoni anak – anak pasangan Halilintar untuk orang tua mereka.

Ayoo sobat dari pada penasaran dengan cerita selanjutnya mending langsung ajha .. baca bukunya. “Terima Kasih”.

Harga Buku KESEBELASAN GEN HALILINTAR : Rp 124.000

 

==========================================

Cara Cepat Pesan / Beli Buku KESEBELASAN GEN HALILINTAR

Caranya hubungi kami di WA/LINE : 0898.6508.779 dan PIN BB : 5872795E

Dapatkan BONUS KHUSUS bagi yang belanja minimal 2 buku di BursaBukuBerkualitas

=========================================

Belanja Sambil Berbagi : Dengan membeli buku di BursaBukuBerkualitas berarti telah BERBAGI #BuatMerekaTersenyum, karena 10% laba usaha kami, disisihkan untuk kegiatan sosial komunitas Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jazaakumullah… :)

 

, , , , ,

WhatsApp WhatsApp Kami